Dirk Soplanit Mengapresiasi Dan Mendukung Penuh Terbentuk Club-Club Sepakbola Di Maluku

  • Whatsapp

AMBON,MalukuSport – Anggota Exco PSSI Dirk Soplanit sangat bergembira dan menyambut baik pembentukan club-club yang yang arahnya nanti menunju ke Liga Profesional.

Karena memang kata Soplanit,indikator dari kemajuan sepakbola di suatu daerah itu yaitu adanya club-club
sepakbola profesional yang ada di daerah tersebut.

“Walaupun kita Maluku maju dengan pemain-pemain yang bertebaran di club-club profesional namun kita belum
punya satupun club profesional,”ujar Spolanit.

Oleh karena itu tambah Soplanit ketika ada yang mau membangun suatu club sepakbola maka harus kita dukung,tapi memang mereka harus melalui suatu proses yang panjang sehingga ketika club Liga 3 ini di bentuk mereka harus mempersiapkan secara matang.

Karena menurut Anggota Exco PSSI ini,ketika mereka berhasil di Liga 3 maka masuk di Liga 2 itu ,clubnya sudah
harus di kelolah secara profesional.

“Ketika saya berbincang-bincang dengan teman-teman yang telah membentuk club Liga 3,saya sarankan kepada mereka agar perlahan-lahan menata managemen club dengan baik,walaupun clubnya masih berstatus amatir,tapi ingat ketika mereka berhasil di Liga 3 mereka sudah masuk di area profesonal,’tambahnya.

Untuk itu menurut Soplanit,secara perlahan pola penataannya sudah menuju penataan secara profesional,jangan ketika mereka
berhasil masuk di Liga 2 baru mengatur club secara profesional,ini yang membuat perjalan clubnya semakin berat nantinya.

“Saya juga anjurkan kepada teman-teman yang sudah mendirikan club di Maluku,harus melakukan kerjasama atau melalakukan dialog dengan pemerintah daerah, baik itu Kota Ambon maupun Provinsi Maluku untuk bagaimana menghadirkan lapangan sepakbola yang profesional,”ujarnya lagi.

Kenapa demikian lanjut Soplanit,belum ada lapangan di kota Ambon atau di maluku yang memenuhi standart untuk menyelenggarakan Liga profesional.

Memang kata Soplanit,Stadion Mandala sudah bagus, bahkan lebih bangus dari stadiun Mato Angin di Makassar,cuma rumput di stadion Mandala Remaja karang panjang tidak memenuhi syarat.

“Jadi sebagai pengalaman, perna memimpin PT.Liga Baru yang mengelolah Liga Profesional di Indonesia, saya tahu persis persyaratan-persyaratan mengelar Liga profesional,”tandasnya.

Jadi katanya bukan bagusnya bangunan stadiun saja tapi ruang ganti pemain,toilet semua saran penunjang harsu di sediakan untuk menyelenggarakan Liga profesional.

“dan juga, jangan lupa lampu stadion, karena pertandngan-pertandingan di Liga 2 di selenggarakan di malam hari,”ujar Dirk Soplanit.

Untuk itu dirinya menyarankan dan meminta 3 hal untuk club-club yang baru di dirikan ini,yang pertama
melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Daerah untuk membenahi lapangan sepakbola Mandala Remaja Karpan Ambon menjadi profesional,sarana prasarana penunjang stadiun dan mengelolah club secara profesional.(**)

Related posts