Menpora, Tak Gampang Urus Kepemudaan dan Olahraga

  • Whatsapp

Ambon,MalukuSport – Tidak gampang dan tak semudah membalik telapak tangan untuk mengerus Pemuda dan Olah raga.

Hal ini di sampaikan  MenteriPemuda dan Olahraga ( Menpora) RI Zainudin Amali dalam sambutannya di Gala diner bersama Forkopimda Kota Ambon saat datang membuka Kongres PMKRI Ke-XXIX.

Sebab menurutnya,banyak tantangan yang harus kita hadapi di dalam mengurusi pemuda dan olahraga karena berurusan dengan organisasi kepemudaan gampang gampang susah, apalagi berhadapan atau berurusan dengan satu organisasi yang sudah terpecah menjadi dua.

Sehingga menpora berharap organisasi pemuda yang terpecah menjadi dua ke depannya jangan ada seperti itu,semoga secepat di satukan sebab  banyak hal yang harus di kerjakan bersama oleh pemuda.

” Kedepannya pihak Kemenpora akan lebih fokus untuk kembali mereviu program- program di Kementrian Pemuda dan Olahraga. Akan lebih fokus untuk menyiapkan pemuda untuk menghadapi era  globalisasi,”tandasnya.

Tambahnya,kalau pemuda tidak siap otomatis akan menjadi beban untuk pemuda tersebut sendiri, untuk itu ke depannya pihaknya akan melakukan pengkaderan- pengakaderan di bidang kepemudaan:dan  harus di tata secara baik sehingga akan melahirkan kader kader pemuda yang kreatif, Inovasi, berdaya saing serta berkemandirian.

Menpora kembali menegaskan, ini sangat penting sebab ke depannya akan bersaing anak-anak muda Indonesia dari latar belakang yang berbeda dengan para pemuda dari negara lain maupun lulusan luar Negeri bahkan  ada program yang akan di kembangkan oleh pihak Kemenpora yaitu program penguatan idiologi dan karakter bangsa serta budaya bangsa.

Selain itu juga dalam sambutannya Menpora juga mengajak pemuda Maluku, mari mendukung Ambon City Of Musik, pemuda harus mempunyai peran yang besar di progaram yang telah di gagas oleh pemerintah Kota Ambon serta pemuda harus tetap membangun harmoni antara pemuda dan senior agar saling berkesinambungan untuk membangun Maluku dari sisi kepemudaan.sebab menurut Menpora ke depannya akan lahir lagi pemuda pemuda harapan kota Ini dan Maluku.

Bukan saja di organisasi kepemudaan yang menjadi dua namun di Organisasi olahraga pun terdapat hal sama tertular lebih dari satu kepengurusan.

“Itu sebabnya kita kehilangan kesempatan karena ada beberapa cabang olahraga lebih dari satu kepengurusan yang seharusnya menyumbang medali yang cukup di SEA GAMES tetapi karena konflik internal akhirnya tidak memungkinkan bahkan menurut Menpora ada satu cabang olahraga atletnya sudah ada di Manila waktu itu Namun Atletnya di diskualifikasi oleh asosiasi internasionalnya sehingga tidak bisa bertanding.

Selain itu Menpora juga mencontohkan Dirk Soplanit dan kawan kawan dulu pernah di skorsing oleh FIFA namun saat ini sudah enak,tidak lagi di sangsi oleh FIFA.

“Itulah yang saya katakan tidak gampang mengurus pemuda dan olahraga sebab terlihat dari luar biasa biasa saja namun ketika masuk ke dalam susahnya luar biasa,”jelas Menpora.

Tambahnya, belum lagi menghadapi pimpinan cabang olahraga yang hampir rata-rata jenderal bintang tiga maupun bintang empat bahkan ada pengusaha besar di tanah air ini, jadi kita juga harus mengetahui cara berkordinasi dengan mereka.

“Sekali lagi saya sebagai Menpora berharap ke depannya kejayaan olahraga di Maluku segera di kembalikan karena,bagi Maluku akan mudah berkordinasi dengan Menpora sebab ada  Feno Tetelepta yang nerupakan anak Maluku yang setiap harinya berada di kementrian pemuda dan olahraga sebagai staf khusus Menpora,” tegas Menpora Zainuddin Amali.

Reporter : Santos W

Editor : Redaksi

Related posts