Pelatda Maluku Di Hentikan,Atlet PON Papua Latihan Mandiri

  • Whatsapp

Ambon,MalukuSport-Wabah virus corona atau COVID-19,yang belum terkendali membuat penangguhan sentralisasi atau pemusatan latihan para atlet Maluku diperpanjang dan guna mempersiapkan atlet maka pihak KONI Maluku sudah  melakukan yang namanya pemusatan latihan daerah (Pelatda).

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Maluku mewajibkan para atlet Pelatda Maluku berlatih secara mandiri dibawah pengawasan tim pelatih cabang olahraga (cabor).

“Selama pandemi COVID-19 para atlet melakukan latihan secara mandiri.Tapi selama latihan secara mandiri bukan berarti atlet bersantai-santai.Mereka tetap melakukan latihan sesuai dengan program yang diberikan tim pelatih,”kata Agust Lomo Ketua Harian KONI Maluku,kepada N25,MalukuSport,di Ambon belum lama ini.

Dia menjelaskan lagi,untuk sementara para atlet belum bisa dikonsentrasikan pada satu pemusatan latihan,karena KONI Maluku tidak mau mengambil resiko dan bahkan belum bisa memprediksinya.Olehnya,KONI Maluku tetap konsentrasikan atlet dalam pelatihan mandiri ini tetap berjalan seperti biasa.

“Tentunya kita berharap pandemi COVID-19 ini cepat berlalu dan kalupun kondisi wabah ini semakin membaik,dan dengan adanya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,maka otomatis kita dapat memutuskan mata rantai COVID-19 ini,dengan demikian pemusatan latihan kita akan kembalikan seperti semula,”ujar Lomo.

Adapun,Maluku akan mengirim tiga belas cabor pada PON XX Papua dan di dominasi oleh cabor beladiri yakni enam cabor diantaranya,Tinju,Karate,Taekwondo,Kempo,Muathay dan Wushu,yang mendominasi kontingen Maluku PON Papua.

Sementara cabang olahraga yang memberikan kontribusi atlet terbanyak pada PON XX Papua ini adalah cabor Dayung dan kemudian cabor Muathay,namun juga ada tujuh (7) cabor yang turut memberikan kontribusi kepada Provinsi Maluku.

Dijelaskannya pula,terkait atlet yang sementara bertugas diluar Maluku,porsi latihannya sama seperti atlet lainnya.Selain itu,semua perlakuan terhadap atlet-atlet yang melakukan pelatihan mandiri itu sama.Bahkan atlet diluar Maluku diikutsertakan dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Kita tetap melakukan pemantauan pada semua atlet,baik diluar maupun di Maluku,seperti Alfin dari cabor atletik,NIining dan La Memu cabor Dayung.Sedangkan,atlet Karate kita yakni Hengky kebetulan sebagai anggota TNI Kopassus dia tetap melakukan latihan mandiri dan tetap ada dalam pengawasan kita,”jelas Lomo.

Adapun,Lomo sangat bersyukur dan memberikan apresiasi terhadap pemerintah Maluku atas perhatian yang cukup singnifikan bagi persiapan-persiam tim PON Maluku menujug ajang bertaraf nasional tersebut.Hal itu terlihat dengan adanya bantuan alat-alat kesehatan dari Kemenpora,yang diseerahkan langsung oleh Gubernur Maluku.

“Untuk itu,kami tetap melakukan persiapan-persiapan,walaupun Pekan Olahraga Nasional ke  XX Papua di tunda sampai tahun 2021,”tandas Agus Lomo yang juga Sensei Karate Maluku ini.

 

Reporter    : Santos Walalayo

 

Editor        : Aris Wuarbanaran

Related posts